Lewati ke konten utama
Kembali ke blog

Penjualan

Cara Membuat Laporan Penjualan UMKM Sederhana: Contoh Harian, Mingguan, dan Template Excel

Oleh Super Admin

Banyak UMKM menunda membuat laporan penjualan karena mengira harus rumit dan butuh latar belakang akuntansi. Padahal laporan penjualan yang berguna bisa dimulai dari struktur yang sangat sederhana.

Kolom Wajib Ada di Laporan Penjualan UMKM

Sebelum mulai mencatat, siapkan struktur kolom berikut — baik di buku, Excel, atau aplikasi kasir:

  • Tanggal Penjualan — kapan transaksi terjadi.
  • Nama Produk/Jasa — apa yang terjual.
  • Jumlah Unit Terjual — berapa banyak.
  • Harga per Unit — harga jual satuan.
  • Total Penjualan — hasil kali jumlah dan harga.
  • Metode Pembayaran — tunai, transfer, atau lainnya.
  • Status Pembayaran — lunas atau masih ada piutang, sering terlewat padahal penting untuk arus kas.

Langkah Membuat Laporan Penjualan Sederhana

  1. Tentukan format — mau di buku, Excel, atau aplikasi, pilih satu dan konsisten dipakai.
  2. Catat setiap transaksi sesuai kolom di atas, sebaiknya di hari yang sama saat transaksi terjadi supaya tidak ada yang terlewat.
  3. Hitung total pendapatan secara berkala, misalnya mingguan, untuk melihat tren tanpa menunggu akhir bulan.
  4. Analisis data — produk apa yang paling laku, hari apa paling ramai, ini yang jadi dasar keputusan bisnis selanjutnya.
  5. Simpan laporan dalam format yang mudah diakses ulang, baik file Excel, PDF, atau backup di aplikasi.

Excel vs Aplikasi Penjualan Digital

Excel cocok untuk mulai karena gratis dan fleksibel. Tapi begitu transaksi harian mulai puluhan, mengisi Excel manual jadi rawan salah ketik dan lambat untuk sekadar tahu "berapa omzet hari ini". Aplikasi penjualan digital menghitung otomatis dari transaksi yang sudah tercatat di sistem, tanpa perlu input dobel.

Contoh Laporan Penjualan Harian (Siap Salin ke Excel)

Laporan penjualan harian mencatat setiap transaksi dalam satu hari, satu baris per transaksi. Contoh berikut dari usaha kue rumahan yang menjual lewat toko, WhatsApp, dan reseller pada 12 Oktober:

| No | Produk | Channel | Qty | Harga/Unit | Total | Pembayaran | |---|---|---|---|---|---|---| | 1 | Brownies potong | Toko | 12 | Rp8.000 | Rp96.000 | Tunai | | 2 | Brownies potong | WhatsApp | 20 | Rp8.000 | Rp160.000 | Transfer | | 3 | Bolu pisang | Toko | 5 | Rp25.000 | Rp125.000 | Tunai | | 4 | Bolu pisang | Reseller | 10 | Rp20.000 | Rp200.000 | Belum lunas | | | Total | | 47 | | Rp581.000 | |

Di bawah tabel, tambahkan tiga baris ringkasan supaya laporan harian langsung bisa dicocokkan dengan uang di laci dan rekening:

  • Tunai: Rp221.000 → cocokkan dengan isi laci kas.
  • Transfer: Rp160.000 → cocokkan dengan mutasi rekening.
  • Belum lunas: Rp200.000 → masuk daftar piutang reseller.

Kalau tabel di atas disalin ke Excel dengan kolom A = No sampai G = Pembayaran, rumus ringkasannya:

  • Total omzet hari ini: =SUM(F2:F5)
  • Total tunai: =SUMIF(G2:G5;"Tunai";F2:F5)
  • Omzet per channel, misalnya reseller: =SUMIF(C2:C5;"Reseller";F2:F5)

Untuk laporan penjualan harian di Excel, buat satu sheet per bulan dan tambahkan kolom tanggal di depan, bukan satu file per hari. Satu sheet panjang lebih mudah direkap dengan SUMIFS atau PivotTable di akhir bulan.

Toko yang menjual ratusan barang kecil dengan harga grosir dan eceran butuh kolom tambahan. Lihat contoh laporan penjualan harian toko sembako.

Contoh Laporan Penjualan Mingguan Sederhana

Supaya lebih konkret, begini contoh laporan penjualan seminggu untuk usaha kecil yang menjual satu jenis produk:

| Tanggal | Produk | Qty | Harga/Unit | Total | Metode Bayar | Status | |---|---|---|---|---|---|---| | 1 Agt | Kaos Polos | 12 | Rp75.000 | Rp900.000 | Tunai | Lunas | | 2 Agt | Kaos Polos | 8 | Rp75.000 | Rp600.000 | Transfer | Lunas | | 3 Agt | Kaos Polos | 15 | Rp75.000 | Rp1.125.000 | Transfer | Lunas | | 4 Agt | Kaos Polos | 5 | Rp75.000 | Rp375.000 | Tunai | Belum Lunas |

Dari tabel sederhana ini saja sudah kelihatan beberapa hal: total omzet minggu itu, hari mana yang paling ramai (3 Agustus), metode pembayaran yang paling sering dipakai (transfer), dan ada satu transaksi yang belum lunas senilai Rp375.000 yang perlu ditagih. Tanpa kolom status pembayaran, transaksi belum lunas ini gampang terlewat dan dianggap sudah masuk sebagai omzet padahal uangnya belum diterima.

Laporan sesederhana ini sudah cukup untuk mulai mengambil keputusan — misalnya menyiapkan stok lebih banyak menjelang hari yang biasanya ramai, atau mengingatkan pelanggan yang belum melunasi pembayaran sebelum piutang menumpuk.

Template Laporan Penjualan Bulanan

Setelah catatan harian berjalan, buat ringkasan bulanan di sheet terpisah. Tiga tabel ini sudah cukup untuk usaha kecil:

1. Ringkasan per minggu

| Minggu | Jumlah transaksi | Omzet | Sudah dibayar | Belum dibayar | |---|---|---|---|---| | 1–7 Agt | 42 | Rp3.150.000 | Rp2.775.000 | Rp375.000 | | 8–14 Agt | 38 | Rp2.850.000 | Rp2.850.000 | Rp0 | | 15–21 Agt | 51 | Rp3.825.000 | Rp3.450.000 | Rp375.000 | | 22–31 Agt | 60 | Rp4.500.000 | Rp4.125.000 | Rp375.000 | | Total | 191 | Rp14.325.000 | Rp13.200.000 | Rp1.125.000 |

2. Penjualan per produk — kolom: produk, qty terjual, omzet, persentase dari total omzet. Urutkan dari omzet terbesar untuk melihat produk andalan.

3. Penjualan per channel — kolom: offline/toko, WhatsApp, marketplace, reseller. Ini membantu menentukan channel mana yang layak diberi waktu dan modal lebih.

Rumus Excel yang Paling Berguna

Jika catatan harian ada di sheet Transaksi dengan kolom A = Tanggal, B = Produk, C = Qty, D = Harga, E = Total, F = Metode, G = Status:

  • Total kolom E: =C2*D2 lalu tarik ke bawah.
  • Omzet satu produk: =SUMIF(Transaksi!B:B;"Kaos Polos";Transaksi!E:E)
  • Omzet rentang tanggal: =SUMIFS(Transaksi!E:E;Transaksi!A:A;">="&DATE(2026;8;1);Transaksi!A:A;"<="&DATE(2026;8;7))
  • Total belum dibayar: =SUMIF(Transaksi!G:G;"Belum Lunas";Transaksi!E:E)
  • Jumlah transaksi: =COUNTA(Transaksi!A:A)-1

Pemisah argumen ; atau , tergantung pengaturan bahasa Excel Anda. Untuk ringkasan per produk tanpa menulis rumus satu per satu, gunakan PivotTable dengan Produk di baris dan Sum of Total di nilai.

Kesalahan yang Membuat Laporan Tidak Bisa Dipakai

  • Nama produk ditulis berbeda-beda. "Kaos polos", "kaos Polos", dan "kaos plos" dihitung sebagai tiga produk di rumus SUMIF. Buat daftar nama produk baku dan pilih dari daftar itu (Data Validation di Excel).
  • Retur dan diskon tidak dicatat. Omzet terlihat lebih besar dari uang yang benar-benar masuk.
  • Penjualan pribadi dicampur. Barang yang diambil untuk dipakai sendiri atau diberikan gratis harus dicatat terpisah agar stok dan omzet tetap cocok.
  • Tanggal ditulis sebagai teks. Rumus rentang tanggal tidak akan berjalan jika kolom tanggal berformat teks.

Berapa Sering Laporan Ini Perlu Dibuat

Untuk usaha yang baru mulai, rekap mingguan biasanya cukup untuk mulai melihat pola tanpa terasa membebani. Begitu transaksi harian mulai lebih dari 10-15 kali, rekap harian jadi lebih berguna karena pola penjualan bisa berubah cukup cepat, dan menunggu seminggu untuk melihat data berarti terlambat mengambil keputusan seperti menambah stok atau menyesuaikan harga.

Yang lebih penting dari frekuensi adalah konsistensi. Laporan yang dibuat rutin walau formatnya sederhana jauh lebih berguna dibanding laporan detail yang hanya dibuat sesekali saat sempat. Kebiasaan mencatat setiap transaksi di hari yang sama juga mengurangi risiko lupa atau salah ingat detail transaksi, yang sering terjadi kalau pencatatan ditunda sampai akhir hari atau akhir minggu.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apa bedanya laporan penjualan dengan laporan laba rugi? Laporan penjualan mencatat omzet (uang dari penjualan). Laporan laba rugi mengurangi omzet dengan HPP dan biaya operasional untuk mengetahui untung bersih. Laporan penjualan adalah bahan dasar laporan laba rugi.

Apakah penjualan yang belum dibayar dihitung sebagai omzet? Dicatat sebagai penjualan, tapi tandai statusnya. Uang yang belum diterima adalah piutang dan belum bisa dipakai untuk belanja bahan.

Apakah cukup memakai buku tulis? Cukup untuk awal, selama kolomnya sama setiap hari. Kendalanya muncul saat ingin merekap per produk atau per bulan, karena semuanya harus dihitung ulang manual.

Fabriku mencatat setiap pesanan langsung sebagai data penjualan, sehingga laporan seperti ini tidak perlu disusun manual — rekap per periode, per produk, dan status pembayaran bisa dilihat dan diekspor ke Excel atau PDF. Untuk usaha yang terutama menjual barang jadi, lihat Fabriku untuk toko retail. Kalau pencatatan masih memakai Excel, kapan usaha perlu pindah dari Excel ke aplikasi pencatatan menjelaskan tanda-tandanya.

Setelah laporan dasar ini rutin dibuat, langkah selanjutnya adalah membacanya lebih dalam — lihat 5 metrik laporan penjualan yang wajib dipantau UMKM setiap bulan. Kolom status pembayaran di atas juga berkaitan erat dengan cara mencatat dan menagih piutang pelanggan UMKM — transaksi yang belum lunas hari ini adalah piutang yang perlu ditagih besok.