Lewati ke konten utama
Kembali ke blog

Manajemen Stok

Cara Melacak Sparepart dan Bahan Habis Pakai di Usaha Jasa Servis

Oleh Super Admin

Usaha jasa jarang menganggap dirinya punya masalah stok. Yang dijual adalah keahlian dan waktu. Padahal setiap servis memakai sesuatu: oli dan busi di bengkel, deterjen dan plastik di laundry, timah solder dan thermal paste di reparasi elektronik. Karena nilainya kecil per transaksi, pemakaian ini jarang dicatat — sampai tiba-tiba stok habis di tengah hari atau pengeluaran belanja bahan bulan ini dua kali lipat tanpa tahu sebabnya.

Pisahkan Dua Jenis Stok

Langkah pertama adalah membedakan dua jenis barang:

  1. Sparepart yang dijual ke pelanggan — oli, busi, kampas rem, LCD, baterai. Barang ini muncul di nota dengan harga sendiri.
  2. Bahan habis pakai (consumable) — cairan pembersih karburator, majun, lem, pelumas semprot, deterjen. Barang ini tidak ditagih terpisah, tapi biayanya sudah termasuk di tarif jasa.

Sparepart relatif mudah dilacak karena tercatat di nota. Bahan habis pakai yang sering bocor, karena tidak ada dokumen yang mencatat keluarnya.

Tetapkan Pemakaian Standar per Layanan

Cara paling praktis melacak bahan habis pakai adalah menetapkan berapa yang biasanya dipakai untuk setiap layanan. Contoh untuk bengkel motor:

| Layanan | Bahan habis pakai | Pemakaian standar | |---|---|---| | Tune up | Cairan pembersih karburator | 50 ml | | Tune up | Majun | 1 lembar | | Servis CVT | Grease | 10 g | | Servis CVT | Cairan pembersih | 30 ml | | Ganti oli | Majun | 1 lembar |

Untuk laundry kiloan:

| Layanan | Bahan | Pemakaian per kg | |---|---|---| | Cuci kering | Deterjen cair | 20 ml | | Cuci kering | Pewangi | 10 ml | | Cuci setrika | Plastik kemasan | 0,25 lembar |

Angka ini tidak harus presisi. Tujuannya adalah punya patokan untuk dibandingkan dengan pemakaian nyata.

Hitung Pemakaian Teoritis vs Nyata

Setiap minggu, hitung pemakaian teoritis dari jumlah layanan yang dikerjakan. Misalnya minggu ini ada 60 tune up: pemakaian teoritis cairan pembersih karburator = 60 × 50 ml = 3 liter.

Lalu hitung pemakaian nyata dari stok: stok awal minggu 6 liter, belanja 2 liter, stok akhir 3,8 liter. Pemakaian nyata = 6 + 2 − 3,8 = 4,2 liter.

Selisih 1,2 liter (40%) terlalu besar untuk disebut wajar. Kemungkinan penyebabnya:

  • standar pemakaian terlalu kecil dan perlu diperbarui,
  • bahan dipakai untuk pekerjaan yang tidak dicatat (misalnya servis kendaraan sendiri),
  • tumpah atau terbuang karena wadah besar sulit dituang,
  • ada yang mengambil.

Selisih 5–10% biasanya masih wajar. Di atas itu, cari penyebabnya sebelum menyesuaikan standar.

Simpan di Satu Tempat dengan Satu Penanggung Jawab

Bahan habis pakai yang tersebar di tiap meja kerja tidak bisa dihitung. Simpan stok utama di satu rak atau lemari, dan keluarkan dalam jumlah kecil ke area kerja. Tunjuk satu orang yang mencatat setiap kali stok utama diambil. Cara sederhana ini saja sudah memangkas banyak kebocoran.

Tentukan Titik Pesan Ulang

Untuk setiap bahan, tentukan stok minimum sebelum harus belanja lagi:

Stok minimum = pemakaian rata-rata per hari × waktu tunggu belanja (hari) + cadangan

Jika rata-rata pemakaian deterjen 1,5 liter/hari, supplier butuh 2 hari untuk mengirim, dan Anda ingin cadangan 2 hari, maka stok minimum = 1,5 × 2 + 1,5 × 2 = 6 liter. Begitu stok menyentuh 6 liter, pesan lagi.

Masukkan ke Perhitungan Tarif

Setelah pemakaian standar per layanan diketahui, biayanya bisa dimasukkan ke tarif jasa dengan akurat. Jika cairan pembersih Rp60.000/liter, maka 50 ml per tune up = Rp3.000. Angka ini sering hilang dari hitungan tarif. Lihat cara menghitung harga jasa servis kecil agar tidak rugi.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah majun dan lap perlu dicatat juga? Jika belanjanya rutin dan nilainya berarti dalam sebulan, ya. Jika sangat kecil, cukup catat total belanja bulanan sebagai overhead.

Bagaimana dengan sparepart yang dipakai untuk garansi? Catat sebagai pengeluaran sparepart tanpa penjualan, dengan keterangan garansi. Jangan dibiarkan tidak tercatat karena akan terlihat seperti barang hilang saat stok opname.

Seberapa sering stok perlu dihitung? Bahan yang paling sering dipakai cukup dihitung mingguan. Sparepart bernilai tinggi lebih baik dicek setiap kali keluar.

Di Fabriku, bahan habis pakai bisa dipetakan ke setiap layanan beserta jumlah pemakaiannya. Saat transaksi melalui kasir cepat disimpan, stok bahan tersebut berkurang otomatis, dan transaksi ditolak bila stok tidak cukup. Sparepart yang dijual bisa masuk ke transaksi yang sama sebagai baris produk. Lihat Fabriku untuk bengkel dan jasa servis.