Bahan sisa tidak pernah dihitung
Sisa bahan dianggap gratis, padahal dipakai lagi di produk berikutnya. Akibatnya HPP terlihat lebih kecil dari kenyataan.
Manik lepasan, sisa kain, potongan kayu. Bahan kerajinan jarang seragam. Fabriku mencatatnya tetap sebagai stok bernilai, sehingga HPP dan harga jual dihitung dari data.
Sisa bahan dianggap gratis, padahal dipakai lagi di produk berikutnya. Akibatnya HPP terlihat lebih kecil dari kenyataan.
Tanpa catatan biaya per produk, harga ditentukan dari marketplace. Jam kerja pengrajin ikut tidak terhitung.
Setiap pesanan punya warna dan ukuran berbeda, dan progresnya hanya ada di kepala pemilik.
Fitur untuk Kerajinan & Craft
Catat bahan dengan warna, ukuran, dan nomor batch, termasuk bahan sisa yang masih bisa dipakai.
Bahan terpakai dicatat di order persiapan dan hasil jadi di order produksi, cocok untuk batch kecil maupun satuan.
Harga pokok tersimpan di setiap item stok, menjadi dasar menentukan harga jual dan margin.
Pesanan custom dicatat dengan catatan detail, status pengerjaan, dan pembayaran DP.
Tampilkan karya di website usaha dengan foto produk dari stok Fabriku.
Laporan bahan, produksi, dan penjualan bisa diekspor ke Excel atau PDF.
Harga jual produk handmade yang cuma "ikut-ikutan" harga kompetitor sering bikin pengrajin rugi tanpa sadar, karena jam kerja dan skill tidak pernah dihitung sebagai biaya.
Bahan baku kerajinan jarang seragam seperti di pabrik — sisa kain, manik lepasan, potongan kayu sering bikin bingung dicatat pakai sistem stok biasa. Ini cara mengelolanya.
Harga jual yang asal tebak sering jadi penyebab UMKM rugi tanpa sadar. Ini cara menghitung HPP produk UMKM langkah demi langkah, lengkap dengan contoh perhitungan.