Lewati ke konten utama
Kembali ke blog

Manajemen Stok

Cara Menyiapkan Stok UMKM Menjelang Ramadan dan Lebaran

Oleh Super Admin

Bagi banyak UMKM, Ramadan dan Lebaran adalah musim penjualan terbesar dalam setahun. Konveksi kebanjiran pesanan baju muslim, usaha kue menerima pesanan hampers dan kue kering, toko kelontong menjual sirup dan biskuit kaleng berlipat-lipat. Masalahnya, persiapan sering dilakukan terlambat: bahan baku dibeli saat harga sudah naik, supplier kehabisan stok, dan produksi kejar tayang di minggu terakhir.

Ramadan 2027 diperkirakan dimulai sekitar awal Februari, dengan Lebaran sekitar awal Maret. Artinya persiapan stok idealnya dimulai Desember hingga awal Januari.

Langkah 1: Buka Data Penjualan Tahun Lalu

Perkiraan terbaik datang dari data sendiri. Ambil penjualan per produk untuk tiga periode tahun lalu:

  1. Bulan normal sebelum Ramadan (sebagai pembanding).
  2. Ramadan — biasanya terbagi dua: minggu 1–2 masih normal, minggu 3–4 mulai naik tajam.
  3. Seminggu sebelum Lebaran — puncak permintaan.

Contoh dari toko kue kering:

| Produk | Rata-rata per minggu (normal) | Minggu 3–4 Ramadan | Seminggu sebelum Lebaran | |---|---|---|---| | Nastar toples 500 g | 15 | 80 | 140 | | Kastengel toples 500 g | 10 | 55 | 95 | | Putri salju toples 500 g | 8 | 40 | 60 |

Dari sini terlihat kenaikan 5–9 kali lipat, dan setiap produk naik dengan pola berbeda.

Langkah 2: Sesuaikan dengan Kondisi Tahun Ini

Data tahun lalu bukan ramalan pasti. Sesuaikan dengan:

  • Pertumbuhan usaha. Jika penjualan bulan normal tahun ini sudah 30% lebih tinggi, naikkan perkiraan dengan proporsi yang mirip, tapi lebih konservatif (misalnya 20%).
  • Produk baru atau yang dihentikan.
  • Kapasitas produksi. Perkiraan penjualan tidak berguna jika dapur atau penjahit hanya mampu memproduksi setengahnya.
  • Pesanan yang sudah pasti, seperti pesanan hampers dari kantor atau reseller yang sudah membayar DP.

Langkah 3: Hitung Kebutuhan Bahan Baku

Ubah perkiraan penjualan menjadi kebutuhan bahan dengan resep atau BOM. Untuk nastar 140 toples di minggu puncak, jika satu toples membutuhkan 250 g tepung, 150 g mentega, dan 120 g selai nanas, maka minggu itu saja butuh 35 kg tepung, 21 kg mentega, dan 16,8 kg selai nanas.

Jumlahkan untuk seluruh periode Ramadan, tambahkan cadangan 10–15% untuk produk gagal dan pesanan mendadak. Untuk konveksi, gunakan BOM per ukuran seperti di cara membuat BOM produksi konveksi.

Langkah 4: Jadwalkan Belanja Bertahap

Membeli semua bahan sekaligus di awal butuh modal besar dan tempat penyimpanan. Membeli semuanya mendekati Lebaran berisiko harga naik dan barang kosong. Jalan tengahnya adalah belanja bertahap:

| Waktu | Yang dibeli | |---|---| | 6–8 minggu sebelum Ramadan | Bahan tahan lama: kemasan, toples, label, kain, aksesoris | | 3–4 minggu sebelum Ramadan | Bahan kering: tepung, gula, bahan setengah jadi | | Selama Ramadan, per minggu | Bahan cepat rusak: mentega, telur, susu, bahan segar |

Konfirmasi ketersediaan dengan supplier sejak awal. Supplier kemasan dan kain biasanya penuh pesanan menjelang Ramadan.

Langkah 5: Perhatikan Tanggal Kadaluarsa

Stok besar membawa risiko besar untuk bahan yang punya masa simpan. Saat menerima bahan, catat tanggal kadaluarsa dan susun rak agar bahan yang lebih dulu kedaluwarsa dipakai lebih dulu. Untuk produk jadi seperti kue kering, hitung mundur dari tanggal kadaluarsa: kue yang dibuat terlalu awal mungkin sudah lewat masa terbaiknya saat Lebaran.

Langkah 6: Rencanakan Sisa Stok Setelah Lebaran

Setelah Lebaran, permintaan turun drastis. Rencanakan sejak awal:

  • Hentikan produksi produk musiman 5–7 hari sebelum Lebaran, lalu jual dari stok.
  • Siapkan promo pasca-Lebaran untuk produk yang masih tersisa.
  • Bahan baku yang tersisa dan masih aman dipakai bisa dialihkan ke produk reguler.

Langkah 7: Catat untuk Tahun Depan

Setelah musim selesai, catat: perkiraan vs penjualan nyata per produk, bahan yang kehabisan atau berlebih, dan supplier yang terlambat. Catatan ini membuat perkiraan tahun depan jauh lebih akurat.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Bagaimana jika belum punya data tahun lalu? Gunakan penjualan bulan biasa sebagai dasar dan tanyakan pola kenaikan ke sesama pelaku usaha di bidang yang sama. Mulai catat tahun ini agar tahun depan punya data sendiri.

Apakah perlu pinjaman modal untuk stok musiman? Hitung dulu perkiraan omzet dan margin. Jika pesanan sudah ada DP, gunakan DP untuk belanja bahan sebelum mengambil pinjaman.

Kapan sebaiknya berhenti menerima pesanan? Saat kapasitas produksi sudah penuh. Lebih baik menolak pesanan daripada terlambat mengirim pesanan yang sudah dibayar.

Fabriku menyimpan riwayat penjualan per periode dan per produk, sehingga data Ramadan tahun lalu bisa dibuka dan diekspor ke Excel untuk perkiraan. Bahan dicatat dengan tanggal kadaluarsa untuk kategori makanan dan kosmetik. Lihat Fabriku untuk usaha makanan dan kue atau Fabriku untuk toko retail.