Lewati ke konten utama
Kembali ke blog

Keuangan

Cara Menentukan Harga Jual Produk: Markup vs Margin, Lengkap dengan Contoh

Oleh Super Admin

Banyak pemilik usaha menentukan harga jual dengan satu kalimat: "modal ditambah 30%". Masalahnya, 30% itu sering dibaca sebagai margin di laporan, padahal dihitung sebagai markup saat membuat harga. Selisihnya kecil per produk, tapi terasa besar setelah ratusan penjualan.

Artikel ini membahas cara menentukan harga jual suatu produk dalam lima langkah, dengan fokus pada perbedaan markup dan margin.

Langkah 1: Hitung HPP per Unit

Harga jual selalu dimulai dari HPP (harga pokok produksi): bahan, tenaga kerja, kemasan, dan bagian dari biaya overhead untuk satu unit produk. Tanpa HPP, persen keuntungan apa pun hanya tebakan.

Cara menghitung HPP per unit, lengkap dengan tabel dan template Excel, ada di cara menghitung HPP produk UMKM. Untuk makanan per porsi, lihat cara menghitung HPP makanan per porsi.

Contoh di artikel ini memakai HPP Rp20.000 per unit.

Langkah 2: Pahami Beda Markup dan Margin

| | Markup | Margin | |---|---|---| | Dihitung dari | HPP | Harga jual | | Rumus persen | (Harga jual − HPP) ÷ HPP | (Harga jual − HPP) ÷ Harga jual | | Rumus harga jual | HPP × (1 + markup) | HPP ÷ (1 − margin) | | Contoh 30% dari HPP Rp20.000 | Rp26.000 | Rp28.571 |

Dengan markup 30%, untung per unit Rp6.000. Tapi kalau dilihat dari harga jual, Rp6.000 ÷ Rp26.000 hanya 23%. Jadi kalau target Anda "untung 30% dari omzet", rumus markup membuat harga terlalu murah sekitar Rp2.600 per unit.

Aturan praktis: pakai margin bila target keuntungan dibandingkan dengan omzet (misalnya laporan laba rugi), pakai markup bila Anda berpikir dari modal. Keduanya benar, asalkan tidak dicampur.

Tabel Konversi Markup ke Margin

| Markup | Margin setara | |---|---| | 25% | 20% | | 50% | 33,3% | | 67% | 40% | | 100% | 50% | | 150% | 60% |

Rumusnya: margin = markup ÷ (1 + markup). Sebaliknya, markup = margin ÷ (1 − margin).

Langkah 3: Tambahkan Potongan Channel

Harga jual yang sama bisa menghasilkan untung berbeda di setiap channel:

  • Marketplace dan aplikasi pesan antar memotong komisi dari harga jual.
  • Reseller mendapat harga khusus.
  • Penjualan langsung tidak terpotong, tapi mungkin ada biaya kemasan atau ongkir yang Anda tanggung.

Karena komisi dipotong dari harga jual, hitung dengan cara margin: Harga jual = HPP ÷ (1 − margin − komisi).

Contoh: HPP Rp20.000, target margin 30%, komisi 20%. Harga jual = Rp20.000 ÷ (1 − 0,3 − 0,2) = Rp40.000. Angka ini terasa tinggi, dan itulah alasan banyak penjual menetapkan harga berbeda di aplikasi pesan antar. Contoh lengkapnya untuk makanan ada di cara menentukan harga jual makanan per pcs.

Langkah 4: Bandingkan dengan Harga Pasar

Hasil hitungan adalah harga minimum yang masih sehat, bukan harga final. Bandingkan dengan 3–5 produk sejenis:

  • Harga Anda jauh di atas pasar: cari komponen HPP yang bisa ditekan (beli bahan lebih banyak, kemasan lebih sederhana), atau tonjolkan nilai yang membedakan produk Anda.
  • Harga Anda jauh di bawah pasar: jangan buru-buru senang. Periksa apakah ada biaya yang lupa dihitung, terutama upah sendiri dan overhead.
  • Mirip pasar: pakai hasil hitungan, lalu bulatkan ke angka yang mudah dibayar (Rp27.500 jadi Rp28.000, bukan Rp27.000).

Produk handmade dan custom punya pertimbangan tambahan, misalnya tingkat kesulitan dan waktu pengerjaan. Lihat cara menentukan harga jual produk kerajinan handmade.

Langkah 5: Tinjau Ulang Secara Berkala

Harga jual yang tepat hari ini bisa merugi tiga bulan lagi bila harga bahan naik. Tinjau ulang HPP dan harga jual setiap kali harga bahan utama berubah, atau minimal sebulan sekali untuk bahan yang harganya sering naik turun.

Contoh Lengkap

Sebuah usaha sambal kemasan punya HPP Rp15.000 per botol dan menjual di tiga tempat dengan target margin 35%:

| Channel | Potongan | Rumus | Harga minimum | Harga dipasang | |---|---|---|---|---| | Langsung (WhatsApp, bazar) | 0% | 15.000 ÷ 0,65 | Rp23.077 | Rp24.000 | | Reseller (diskon 15%) | 15% | 15.000 ÷ 0,50 | Rp30.000 harga katalog | Rp30.000, reseller bayar Rp25.500 | | Marketplace (komisi 10%) | 10% | 15.000 ÷ 0,55 | Rp27.273 | Rp28.000 |

Perhatikan bahwa harga katalog reseller Rp30.000 lebih tinggi dari harga langsung. Bila harga langsung dibuat sama dengan harga katalog reseller, pembeli langsung membayar lebih mahal dari yang perlu; bila diskon reseller dihitung dari harga langsung Rp24.000, reseller hanya membayar Rp20.400 dan untung Anda turun dari Rp10.500 menjadi Rp5.400 per botol. Putuskan dulu struktur harga mana yang dipakai, lalu hitung mundur.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Berapa margin yang wajar untuk UMKM? Tidak ada angka baku karena tergantung jenis produk dan biaya tetap. Yang penting, margin kotor harus cukup menutup biaya tetap bulanan (sewa, listrik, gaji) pada volume penjualan normal, lalu masih menyisakan laba.

Apakah ongkos kirim masuk HPP? Ongkir yang Anda tanggung (gratis ongkir) masuk sebagai biaya per pesanan. Ongkir yang dibayar pembeli tidak perlu dimasukkan.

Lebih baik untung tipis tapi laku banyak, atau sebaliknya? Untung tipis hanya aman bila volume benar-benar tinggi dan stabil. Untuk usaha kecil dengan kapasitas produksi terbatas, margin yang cukup biasanya lebih aman daripada mengejar volume.

Menjaga Harga Tetap Sehat

Fabriku mencatat biaya bahan dari setiap penerimaan dan harga jual per produk, serta channel setiap pesanan (offline, online, marketplace, atau reseller). Dengan begitu omzet per channel bisa dibandingkan di laporan penjualan, dan harga bisa disesuaikan saat biaya bahan berubah. Lihat cara kerjanya untuk usaha makanan dan kue atau kerajinan dan handmade.